Feeds:
Posts
Comments

maafkan aku

maafkan aku,
yang tak pernah mengijinkan sampanmu mendekat pada pelabuhanku,walaupun hanya sekedar singgah dan berbagi kabar tentang kamu padaku. Aku tak tahu,dan aku memang berusaha untuk tak tahu. Semuanya terasa samar padaku, bahkan lebih  pekat dari buih ombak air pasang yang tak pernah lelah meraih tepian pantai.Aku, akulah yang membangun tapal batas itu, akulah yang membangun benteng itu dihadapanmu.

maafkan aku,
aku hanya berusaha melindungi hatiku, melindungi perasaanmu, walau kau mungkin menerjemahkan itu sebagai bentuk keangkuhanku atasmu. Andai kau tahu, itu bukan sisi arogansi aku, aku hanya belum sanggup menerima tulus hatimu padaku.Aku masih ingin menjaga rasa, masih ingin mencari makna, masih ingin mencoba, walau aku harus melangkah timpang dan tertatih dengan kekuatanku sendiri.

aku tidak memaksamu,
untuk terus menantiku,
atau jika kamu ingin segera meninggalkanku. Aku akan kuat bersama indahnya silhouette mentari pagi yang tidak pernah berhenti tersenyum padaku, dan jika malam tiba, aku pun akan tetap tegar, karena aku yakin yakin sang bulan akan tetap setia menemani sunyiku hingga aku terbuai mimpi mimpiku sendiri. Ya,mimpi mimpi kesendirianku, yaitu mimpi kerinduan akan kebersamaan, walau aku tak tahu kapan itu akan ada padaku. Atau pada kita? Aku pun tak tahu.
Aku tak tahu dan saat ini, aku belum ingin mengetahuinya.

aku tidak memaksamu, aku tidak mengekangmu.
Mungkin ini akan sulit bagimu, begitu pula bagiku, karena walau bagaimanapun ,aku juga memiliki perasaan bersalah yang membelenggu malamku, karena aku belum sanggup menjawab salam yang kau ketukan pada pintu hatiku.
Namun akan lebih sulit lagi,jika aku menjawabnya tanpa aku tahu untuk apa aku menjawabnya,akan semakin rumit jika aku tiba tiba memberontak, berpaling dan itu akan menyakitkan dirimu. Dan juga melukaiku. Aku merasa luka itu perih. Luka itu terasa sakit. Goresan masa lampau masih membekas hingga kini, dan aku masih ingin menungggunya hingga benar-benar sembuh.

aku ingin sendiri,
jika engkau mau untuk mengerti, maka ijinkanlah aku, untuk berjalan tanpa didampingi.
tidak ada yang perlu dikhawatirkan, aku tidak akan pernah benar benar sendirian. Aku masih berkawan pada teman-temanku, pada setiap insan yang menyayangiku, pada setiap perbedaan suasana yang telah mewarnai kehidupanku. Percayalah, tidak ada yang tahu tentang kita kini dan besok, mungkin saja suatu saat, ada masa dimana kita ditakdirkan untuk melangkah bersama, dan saling tergelak dengan pergolakan batin di masa lalu.

aku dan kamu tidak pernah tahu,
aku dan kamu hanya ingin mencoba untuk bersatu,
tetapi aku belum siap untuk itu.

jika kamu berkenan, tolong,
mengertilah tentangku, walau sulit untuk mencoba memahami kehendakku,
sebagaimana sulitnya diriku untuk mencoba menjawab niat muliamu padaku.

terimakasih,
dan,
maafkan aku..


special ditulis u/ seseorang @ Hyatt Aryaduta,

love u pals..

Terkadang, aku sering ngerasa betee..banget, kalau temen temen udah berisik. Duh..bisa tenang dikit ngga sih, batinku, orang lagi banyak pikiran, eh malah denger yang ngga-ngga. Apalagi kalau ngedengerin temen ngerumpiin topik yang menurutku, ngga penting banget.

N suatu ketika, aku terlibat perumpian mereka. Ngobrol gila-gilaan sampai malam. Curhat-curhatan urusan kantor magang. Nonton dan tergelak bersama, bahkan pernah nangis bersama, saking harunya. Menyerbu paket makanan kiriman orang tua. Bertukar majalah—biasanya sih kalau majalah aku yang bawa. Terdiam dan ikut khawatir ketika salah satu sakit berat, bahakan mendengar batuknya pun rasanya prihatin.

Kalau aku sedang berada di situasi seperti yang kugambarkan di paragraf pertama, rasanya

——–aku pengen cepet-cepet lulus n ngekost sendiri!!

 Tetapi kalau berada pada situasi di paragraf kedua,

 —–pals, I gonna miss u much!!!Sebentar lagi sepertinya aku bakal jadi anak autis!

Tapi walau bagaimana pun, sooner or later, kita harus decide masa depan masing2.

Belum tentu bisa tinggal bareng lagi.

Ya, moga-moga akan selalu ada waktu untuk kita bersama bertemu dan berbagi cerita seru.

love u pals…

tentang bekerja

bekerja ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kayak jodoh-jodohan aja. Jadi ingat, dulu pernah ada kakak kelas yang curhat, karena setelah lulus dia masih belum dapet kerjaan. Bukan tidak dapat, tetapi tempat yang menerima dia ngga cukup memberikan kenyamanan bagi dia untuk bekerja. Dari segi kultur perusahaan, sikap atasan, salary, dsb. Padahal, kakak kelasku ini lulusan salah satu universitas ternama di negeri ini, dengan IPK yang lumayanlah, di atas 3.

Aku sendiri lupa kapan dia curhat ke aku tentang urusan dia yang satu ini, intinya karena dia menganggap aku mahasiswi jurusan M-SDM, mungkin dia berharap bisa mendapat solusi yang cukup membangun dari aku.
Dan simple aku menjawab, Cari aja di iklan lowongan pekerjaan, ikutan milis, cari network, dsb.
Klasik, klise, simple, tetapi tidak cukup konstruktif.

Semudah itukah mencari pekerjaan?
Tidak!!
Saat aku memberi saran seperti itu pada kakak kelasku, aku memang sedang tidak menemukan kendala apa-apa. Aku sedang berada pada situasi dimana aku mendapat banyak tawaran tempat magang, bahkan ada yang kutolak, nilai mata kuliah sendiri rasanya masih dalam jangkauan. Bisa dibilang, saat itu aku berada dalam comfort zone aku, dan aku sama sekali kurang toleransi terhadap kesulitan orang lain.
Comfort zone memang benar-benar melenakan.
Sekarang aku sedang merasakan akibat terlena dari comfort zone itu.
Oh Tuhan, haruskah aku selalu menampar diri sendiri untuk tergugah, sebelum aku menyadari kalau diriku ternyata terlanjur jatuh dan terluka?

(dramatis style…Biasa aja duonk!!)

Hhehehe..jadi begini saudara-saudara, sekarang aku mengalami hal yang nyaris serupa dengan kakak kelasku, tetapi aku belum separah dia sih,untungnya..Casenya di tempat magang aku, dimana aku sebentar lagi dihadakan pada situasi “dapet gaji, tapi kerjaannya ngga meaning, karena kerjaanku sebentar lagi akan diambil alih”.Cerita detailnya ngga mungkin aku post disini, karena nanti bisa mengarah pada whistle blowing. Mana bisa aku membedakan antara cerita murni dengan cerita yang sudah bercampur dengan luapan emosi pribadi?Ngga lah, sampai detik ini, aku masih memegang tinggi yang namanya etika.
Aku harusnya bersyukur, setidaknya aku disadarkan lebih awal.Gara-gara kejadian itu, hampir tiap malam aku rajin mencari info tentang job vacancy, mempromosikan diri di beberapa milis (aku mempraktikkan apa yang pernah aku sarankan kepada kakak kelasku dulu), dan aku sudah menemukan jawabannya,SEMUA INI NYARIS TIDAK TERLALU BERPENGARUH.

Mungkin, aku memang harus berserah diri kepada yang di Atas. AKu memang terlahir bukan sebagai makhluk yang ateis, aku tetap harus ingat terhadap sang Pencipta.

Mungkin karena aku akhir2 ini ibadahnya kurang kali ya?
Atau udah jarang ngaji lagi, karena selalu merasa cape, padahal kalau lagi kejar setoran mau sesak napas juga teteup dihajar aja…
Sholat shubuh juga selalu ketinggalan.
Sebetulnya aku sadar juga nih akan dosa2ku, tetapi kok sulit sekali untuk menjalankan niat mulia ini.
(seandainya aku bisa berdoa,”ya Alah, jadikannlah hambaMu ini hamba yang rajin ibadah, bisa beramal dunia akhirat, n ngga timpang sebelah seperti saat ini. Sebetulnya aku ingin menjadi orang yang seperti itu, ya Allah..akan tetapi…????”

AKu ingin suasana kerja yang menyenangkan.
AKu ingin kuliah2ku bsia berhasil dengan baik.
Aku ingin segera mendapat topik thesis, dan segera menyelesaikannya. Segera!!Ngga pake tunda-tunda lagi. Aku ingin cepat wisuda!

AaarrGhh…

aku rindu,
aku rindu pada sesuatu yang tak terlukiskan,
aku rindu,
pada panggilan hati yang masih meragu untuk terjawab
aku rindu padamu,
tanpa kutahu siapa dirimu

aku tersenyum,
batinku tersenyum pada eloknya sebuah masa yang belum tampak
aku tersenyum
karena aku tahu,
kita sama-sama merindukan pertemuan itu
aku tersenyum padamu
tanpa kutahu kapan aku akan menerima indahnya bahagia darimu

mungkinkah disana, kamu merasakan rindu yang sama?
bilakah saat itu,
ketika kamu tersadar dan menemukan
jiwa yang terlahir untuk senantiasa tersenyum sepanjang hidupmu?
ada pada diriku?

wahai cintaku, karunia Tuhan untukku,
pintalah agar bunga-bunga tetap bermekaran untuk kita
pintalah agar burung-burung tetap berkicau mendendangkan kita
pintalah agar pelangi masih berkehendak untuk menari
setelah hujan rintangan yang harus kita lalui
berhenti dan membawa kita pada ufuk bermentari

kurasakan degup jantungmu bergetar untukku
kurasakan bisikan halusmu kuatkan sanubariku
kurasakan doa dan harapanmu
untuk selalu menantimu

kekasih sejatiku, percayalah,
langkahku
citaku
cintaku
asaku
telah terpatri dalam pikiran dan perasaanku
hanya untukmu
selalu.

www.berandamaya.wordpress.com

Karena terlalu iseng mengutak utik layout blog, terjadilah kecelakaan pada blog lama aku, myrainyjanuary.blogspot.
Honestly, sedih sih, biar bagaimanapun, itu catatan hidup aku dari jaman 11 January 2007 dulu, di kala aku lagi menghadapi perjuangan batin untuk tetap semangat dalam kesempitan jiwa.
Dan semua itu terhapus pada peralihan tanggal satu ke tanggal dua Maret,
karena satu hal: NGGA PUAS. Aku ngga puas dengan layout blog lama aku, ingin ganti yang baru. Kemudian, ketidakpuasanku ini berhasil menewaskan blog kesayanganku.

Apadaya, nasi sudah menjadi bubur, n blog aku udah berubah menjadi kumpulan kode html yang tidak terdeteksi oleh siapapun.

Kembali ke prinsip Nasi Sudah Menjadi Bubur,
meski harus kehilangan content blog lama, aku ngga mau kehilangan soul blog lama aku. Hasrat menulis aku masih lagi kuat-kuatnya, nih!! Maka dari itu, aku langsung membuat blog baru, yaitu blog ini..horee..horee…
Kalau kemarin nama linknya myrainyjanuary, sekarang langsung, berandamaya.wordpress. Dengan harapan, itu bakal terus menjadi trademark blog aku untuk seterusnya..Jangan ada yang ngembarin ya??

Ok, welcome to my new blog.
Moga-moga aku bisa terus update isi blog ini, dan mudah2an isinya cukup bermakna untuk dibaca khalayak ramai..
Aku sendiri ngga masang tema tertentu untuk content blog aku, aku yakin, yang mbaca juga sudah bisa membaca “karakter” yang nulis dari jenis-jenis postingan aku kok, hehehe..

Selamat Membaca…

cheers,,

-Anindita-

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

« Newer Posts