tercekat kerongkonganku,tertahan napasku,lirih aku hanya mampu membatin,
kamu sedang berada disitu, tak jauh dari diriku,bersama dirinya yang tak pernah kau akui di depanku,
dan aku hanya mampu tercenung, terdiam, sambil menahan batin, mengumpulkan kepingan-kepingan nostalgia harapan masa lalu, yang dalam satu detik terserak begitu saja,
itu takkan mungkin bersatu kembali.
ingin tertawa sendiri, walau tertawa dalam satu dua bulir [...]
Archive for the ‘Puisi’ Category
memang bukan kamu
Posted in Puisi on March 31, 2008 | 3 Comments »
akyu cedih
Posted in Puisi on March 31, 2008 | 3 Comments »
akyu cedihh….
abis tadi katanya mau ditelpon, eh ternyata ditungguin malah ngga nelpon2
aku kan ngga suka digantung gitchu..
akyu cebel,
abis tadi aku ditanyain kenapa masih 20thn?
trus knapa klo emang akyu bisa lulus diumur segitu?
akyu kan emang anak muda yang kreatip dan inopatip,
meskipun kadang2 dodol juga
akyu bete,
kemarin udah ngasih harepan buat kerja bulan ini
eh tadi malah nanya,
seolah dy [...]
maafkan aku
Posted in Puisi on March 16, 2008 | 12 Comments »
maafkan aku,
yang tak pernah mengijinkan sampanmu mendekat pada pelabuhanku,walaupun hanya sekedar singgah dan berbagi kabar tentang kamu padaku. Aku tak tahu,dan aku memang berusaha untuk tak tahu. Semuanya terasa samar padaku, bahkan lebih pekat dari buih ombak air pasang yang tak pernah lelah meraih tepian pantai.Aku, akulah yang membangun tapal batas itu, akulah yang membangun [...]
bilakah kudapat merindumu selalu
Posted in Puisi on March 7, 2008 | 8 Comments »
aku rindu,
aku rindu pada sesuatu yang tak terlukiskan,
aku rindu,
pada panggilan hati yang masih meragu untuk terjawab
aku rindu padamu,
tanpa kutahu siapa dirimu
aku tersenyum,
batinku tersenyum pada eloknya sebuah masa yang belum tampak
aku tersenyum
karena aku tahu,
kita sama-sama merindukan pertemuan itu
aku tersenyum padamu
tanpa kutahu kapan aku akan menerima indahnya bahagia darimu
mungkinkah disana, kamu merasakan rindu yang sama?
bilakah saat itu,
ketika [...]


