tercekat kerongkonganku,tertahan napasku,lirih aku hanya mampu membatin,
kamu sedang berada disitu, tak jauh dari diriku,bersama dirinya yang tak pernah kau akui di depanku,
dan aku hanya mampu tercenung, terdiam, sambil menahan batin, mengumpulkan kepingan-kepingan nostalgia harapan masa lalu, yang dalam satu detik terserak begitu saja,
itu takkan mungkin bersatu kembali.
ingin tertawa sendiri, walau tertawa dalam satu dua bulir embun jendela duniaku,
ah, kita memang tidak pernah lahir untuk bersatu
hanya bertemu, untuk bersama dan saling tahu
itu saja.
tertawa, tersenyum, atau terisak, kau memang tidak akan pernah sanggup membaca tulusku padamu..
mungkin aku harus mencari pembenaran dari mimpiku yang lain..tidak dengan kamu,tidak dengan dia, tidak dengan siapa-siapa..
tidak ada seorangpun yang tahu.



lagi melow ya neng, produktip amat .. klo becyek ambil tissue ya nek
hhehehehe..
kan ceritanya akyu lagi cedih..
(huekk…)
kenapa bang?
jangan terbawa suasana gitu donk…
aku aja yang nulis masih cengar cengir gini..:-)
bagus.. :blolok: