minggu kemarinĀ aku ikut test psikologi di salah satu perush otomotif di sunter..
fiuhh..lelah sekali, terutama pas perjalanan pulangnya, secara aku ngga tahu jalan, n dengan bermodalkan nekat, aku beranikan diri ke pulogadung naik ojek, dan naik bis dari pulogadung ke cikarang. Ojeknya juga agak2 brutal gtu, aih..namanya juga ojek ibukota. Jalanan banjir, sepatu sudah bercampur cipratan air, belum tukang ojeknya hobi menyalip, tanpa memikirkan yang disalip apa. Yang kena ya penumpang, tadi ketika dia berusaha nyalip, dia menyalip motor yang membawa kotak keranjang dibelakangnya, seperti bakul somay gtu. Dan kakiku menampar bakul itu dengan indahnya, karena si tukang ojek tidak memperkirakan lebar kaki sipenumpang bulat ini.Sampai di pulogadung,entah kenapa juga bisnya jadi oper-operan gtu, dan aku yang ngga tau jalan ini memeilih menurut saja, asalkan sampai Cikarang, jam berapapun sampainya, akan aku lakoni.
ahhh..sulitnya perjuangan mengadu nasip…
tadi sepanjang perjalanan di daerah Tambun, kebetulan bisnya sepi, dan tidak ada penumpang di sebelahku. Alhasil, pandanganku menerawang keluar, aku hanya melihat kumpulan pedagang pasar, kumpulan buruh buruh pabrik, yah intinya komunitas warga daerah industri lah..Langit mendung, aku yang udah benar-benar cape, cuma bisa tercenung aja melihat itu semua.
Hanya satu yang terlintas, aku ingat orang tuaku. Aku ingat adikku. Aku ingat keluargaku.
Kapan ya aku bisa menyenangkan mereka? Sampai detik ini, aku hanya bisa mengeluh dan mengeluh. Psikotest susah, mengeluh. Jadwal interview dibuat malam hari,mengeluh.Kenapa sih aku? Harusnya, di usia dua puluh tahun ini aku sudah bisa mandiri, justru aku yang harus mendukung mereka.
papa, mama dan adikku,
aku rindu mereka,
ingin rasanya menghambur memeluk mereka, menumpahkan keletihan ini, melepaskan kekhawatiran akan harapan-harapan yang belum sampai.
tetapi, daripada sekedar melepas emosi dan memaksakan diri untuk ke magelang, lebih baik aku bertahan disini, dan terus berjuang. Semua akan terasa lebih baik jika tepat pada waktunya.
—anin, kamu tidak boleh terus mengeluh..ayo,bangkitkan semangat kamu!!



ayu semangat!!!
tapi emang sih yu, makin kita gede, makin jarang ngumpul ma keluarga, sedih juga siy..
iyaa,,betul kak. Waktu saya baca di blog kakak tentang gaji pertama kakak kerja juga rasanya gmana…gtu..Kapan ya aku ngerasain seperti itu. Magang dapat gaji juga sih, tapi ngga kerasa aja tanggung jawabnya buat ortu, lebih ke diri sendiri.
jadi ngiri, kk waktu seumuran ayu -dah tua gini hix
- belum sempet tuh magang dan lain-lain, makanya haru banget pas akhirnya “kerja” juga
btw kk ga ikutan yah sabtu besok, ga bisa ke jakarta, jadwal jaganya hari sabtu, transfer aja jatah kk yah
yahh…sedihnya, padahal penasaran pengen ketemu k gita…
yeyy, kk, ngga bisa disamain juga kali kak. Kakak kan ambil kedokteran, masa seumuran saya mau ambil magang? pasti sulit sekali. Emang klo berada di posisi kakak, mending sekalian belajar n sekalian kerja, iy kan kak?
lagian kak, sebetulnya kuliah itu lebih indah dari kerja lagi Kak.
bedanya cuma di allowance aja.
Seandainya kuliah n dapet uang..asik kali ya???
(maunya neehhh…:-p )
Semangat !!!!
memang semua itu butuh perjuangan dan pengorbanan sebelum mencapai kesuksesan