maafkan aku,
yang tak pernah mengijinkan sampanmu mendekat pada pelabuhanku,walaupun hanya sekedar singgah dan berbagi kabar tentang kamu padaku. Aku tak tahu,dan aku memang berusaha untuk tak tahu. Semuanya terasa samar padaku, bahkan lebih pekat dari buih ombak air pasang yang tak pernah lelah meraih tepian pantai.Aku, akulah yang membangun tapal batas itu, akulah yang membangun benteng itu dihadapanmu.
maafkan aku,
aku hanya berusaha melindungi hatiku, melindungi perasaanmu, walau kau mungkin menerjemahkan itu sebagai bentuk keangkuhanku atasmu. Andai kau tahu, itu bukan sisi arogansi aku, aku hanya belum sanggup menerima tulus hatimu padaku.Aku masih ingin menjaga rasa, masih ingin mencari makna, masih ingin mencoba, walau aku harus melangkah timpang dan tertatih dengan kekuatanku sendiri.
aku tidak memaksamu,
untuk terus menantiku,
atau jika kamu ingin segera meninggalkanku. Aku akan kuat bersama indahnya silhouette mentari pagi yang tidak pernah berhenti tersenyum padaku, dan jika malam tiba, aku pun akan tetap tegar, karena aku yakin yakin sang bulan akan tetap setia menemani sunyiku hingga aku terbuai mimpi mimpiku sendiri. Ya,mimpi mimpi kesendirianku, yaitu mimpi kerinduan akan kebersamaan, walau aku tak tahu kapan itu akan ada padaku. Atau pada kita? Aku pun tak tahu.
Aku tak tahu dan saat ini, aku belum ingin mengetahuinya.
aku tidak memaksamu, aku tidak mengekangmu.
Mungkin ini akan sulit bagimu, begitu pula bagiku, karena walau bagaimanapun ,aku juga memiliki perasaan bersalah yang membelenggu malamku, karena aku belum sanggup menjawab salam yang kau ketukan pada pintu hatiku.
Namun akan lebih sulit lagi,jika aku menjawabnya tanpa aku tahu untuk apa aku menjawabnya,akan semakin rumit jika aku tiba tiba memberontak, berpaling dan itu akan menyakitkan dirimu. Dan juga melukaiku. Aku merasa luka itu perih. Luka itu terasa sakit. Goresan masa lampau masih membekas hingga kini, dan aku masih ingin menungggunya hingga benar-benar sembuh.
aku ingin sendiri,
jika engkau mau untuk mengerti, maka ijinkanlah aku, untuk berjalan tanpa didampingi.
tidak ada yang perlu dikhawatirkan, aku tidak akan pernah benar benar sendirian. Aku masih berkawan pada teman-temanku, pada setiap insan yang menyayangiku, pada setiap perbedaan suasana yang telah mewarnai kehidupanku. Percayalah, tidak ada yang tahu tentang kita kini dan besok, mungkin saja suatu saat, ada masa dimana kita ditakdirkan untuk melangkah bersama, dan saling tergelak dengan pergolakan batin di masa lalu.
aku dan kamu tidak pernah tahu,
aku dan kamu hanya ingin mencoba untuk bersatu,
tetapi aku belum siap untuk itu.
jika kamu berkenan, tolong,
mengertilah tentangku, walau sulit untuk mencoba memahami kehendakku,
sebagaimana sulitnya diriku untuk mencoba menjawab niat muliamu padaku.
terimakasih,
dan,
maafkan aku..
—
special ditulis u/ seseorang @ Hyatt Aryaduta,



bagus2 klo lg melow yak
met menang lomba jg
Halah, ga nyesel pindah ke wordpress? Theme nya ga isa diutak utik lho
@bang sigit
mosok saya harus mellow tiap hari,ya kasian saya too,,hehehe…..Terimakasih yaa..
Mau ngasih award di blog ku kah??
@bang dewo,
iya, standar banget y?
tapi saya sekarang emang lbih fokus ke content sih bang, hehehe,,lagi doyan nulis nih,,,
kyx gorengan aja doyan
ayu lagi sibuk yah? belum terapdet blognya..
Ternyata memang benar…
Cinta mengalahkan segalanya..
Cinta tidak bisa dipaksa…
Cinta pun harus tumbuh sendiri, seperti bunga…
Tidak ada logika….
tapi harus ada perasaan, pengertiaan, dan kasih sayang…
Cinta itu indah dan selalu datang dalam mimpi-mimpiku..
Tapi aku tak tahu kapan ia akan datang…
untuk kupeluk dengan segenap kasih dan sayang ku….
Jika kulihat potret2 cintaku…
Ingin sekali kubelai rambutnya dengan segenap kasih sayang ku…
tapi sayang, ia tak tahu apa yang kurasakan untknya..
Andai ia tahu, ingin sekali kukatakan…
Aku rindu padanya… dan kan kupeluk erat, erat, dan kan slalu ku jaga hingga akhir hidupnya…
Cinta itu suci dan sangat berharga bagiku…
tak mudah bagiku tuk katakan Cinta…
Karna CintaKu, bukan untuk smua orang
Kadang-kadang penantian itu gelap…
Tapi bisa juga terang…
tergantung bagaimana kita menaggapinya….
Aku selalu yakin dan percaya….
Dan sudah kubuktikan… bahwa…
Keikhlasan dan ketulusan hati lah yang mampu memberikan kita kepastian akan penantian kita…
Janganlah katakan cinta, bila kau tak cinta…
dan janganlah katakan tidak jika kau cinta…
Cinta bukanlah segalanya,
tapi sangat bermakna dalam setiap detik jantungku….
dan berguna tuk picu semangat hidupku….
Kenalilah cintamu, dengan segenap jiwa dan ragamu..
tanyakan pada teman-teman mu…
dan janganlah kau tutupi dirimu…
Karna akan menghambat aliran cintamu…
Cinta akan subur bila di siram…
Tapi, saat ini aku takut untuk menyiramnya…
Cinta akan besar bila dirawat dan diberikan pupuk….
Tapi, aku tak tahu bagaimana caranya…
Andaikan Cintaku menginginkannya, aku ingin sekali melakukan itu semua untuknya…
Cintaku itu baik hati, pinter, cantik, dan solehah…
Aku yakin, masa depanku kan cerah bersamanya…
Tapi, aku masih belum tahu…
Sampai kapan sampanku diizinkan bersandar dipelabuhannya….
Aku juga tak tahu sampai kapan bisa kutembus tapal batas di ujung pantainya itu…
Aku sadar, itu smua akan sulit bagiku…
Dan aku harus mencoba tuk menerobosnya, dari hari ke hari
dari bulan kebulan, dan dari tahun ke tahun…
Dan aku akan terus mencoba …
dengan sampanku yang kecil dan berisi…
Saat ini, aku hanya bisa berharap bahwa…
Cintaku mampu tuk menjaga rasanya,
Cintaku mampu mencari makna hati ku..
Cintaku mampu mencoba sucinya cintaku,
Cintaku tidak melangkah timpang dalam setiap titik keputusan dan selalu tertatih dengan kekuatannya sendiri…
Wah.. kok aku jadi puitis baget ya…
@ kak gita,
iya kak, lagi persiapan ngerjain proposal skripsi, soalnya ngga bisa2 melulu ni kak..Ah andai membuat skripsi segampang membuat surat cinta, hweehehehe….
@ bang sigit,
lagi puasa gorengan bang–ngga puasa2 banget sih, ngurangin aja.
Aku jadi inget sama dosen aku yang ngga boleh makan gorengan at all, setelah beliau kena penyempitan pembuluh darah.
Jadi belajar banyak niee…
—-gorengan dihindari, coklat didekati, sama aja dehh–
Ayu,
Pertama mengenai Gorengan:
Kalau memang suka, sebenernya gorengan itu hanya sedikit kaitannya dengan pembuluh darah. Namun, harus diperhatikan hal-hal dibawah:
- Tingkat kematangan
- Jenis gorengan (kalau Tempe Goreng yang digoreng kering kurang berpengaruh sama pembuluh darah. Tapi, kalau Bakwan atau Tahu isi sangat erat kaitannya. karena, biasanya banyak minyak yang mengendap di dalamnya)
- Pilihnya jenis gorengan yg sedikit mengandung minyak dan pastikan minyak yang dipakai belum “PECAH’ atau belum pernah dipakai sama sekali…
- Goreng sendiri aja biar kualitasnya terjamin, karena kalau beli di KAKI 5 biasanya minyak yang dipakai sudah dicampur dengan yg telah dipakai.
Nah, kalau yang dibawah ini adalah yang Kedua Mengenai “THESIS”
Sebenarnya menulis skripsi itu gampang-gampang susah, skripsi akan mudah ditulis jika:
- Kamu tahu betul tema yang ingin kamu sampaikan, hal ini berkaitan dengan:
1. Jenis-jenis masalah pada topic yang sedang terjadi serta list-list solusi yang kamu miliki baik yg bersumber dari hasil wawancara, buku, internet, dll.
2. Mengetahui tekhnik dalam “mengintrepetasikan” (Interpret) masalah dan solusi tersebut.
3. Mampu menghasilkam Hyphotesa yang logis dan dapat dibuktikan dengan statistic.
Salah satu contoh judul skripsi yg mungkin kamu bisa kembangkan adalah :
“The Effectiveness of Internal Communication between Department A dan Department B” maka yang harus kamu cari adalah:
- Alat Kumunikasi yg digunakan (Jenis, Jumlah alat, Jumlah orang yg menggunakan)
- Jenis Komunikasi yang sering terjadi antar department
- Masalah yang dihadapi (misalnya: Kurangnya tingkat komunikasi antar department, Kurangnya Team Work kurang tahu dalam menggunakan alat, dll)
- Solusi yang dapat kamu berikan (misalnya: Memberikan training “We work trough team”, “Effective Communication Skils”, Etc.
Metode pencarian data statisticnya dapat menyebarkan questioner atau Focus Group Interview dan dari pertanyaan yang kamu berikan kamu listed di Excel untuk dihitung berdasarkan kriteria pertanyaan yang kamu berikan. Namu, sebelum kamu mulai menghitung tandai pertanyaan2 yang mengacu ke jawaban (Positive dan negative effect)
Jika jawaban negative lebih banyak, maka hasil hyphotesa yg bagus adalah “Internal Komunikasi Meraka Masih Belum Bagus”, demikian pula sebaliknya…
Yang aku tahu sich itu aja,
just keep going… belief it or Not .. It will be very usefully when U are entering the Real Working World” in your field (HRM) probably your boss will give you a project about “Employee Opinion Survey” and that is very similar like “THESIS”…. I do this project now and hopefully the above things are usefull for all of You …
Regards,
Ikin
@ mas ikin,
wah, terimakasih atas penjelasannya, n terimakasih atas kerelaannya untuk mendeskripsikan sepanjang dan sejelas ini.
tentang gorengan, hehehe..itu kan sebisa mungkin menghindari,bukan berarti ngga sama sekali.Kalau emang ada yang nyuguhin n saya ngga nyentuh dengan alasan macam2,kan sama aja ngga “ngajeni”. Apalagi dalam hati masih pengen2 gtu, ngga usah muna deh,hehe..
dan sebetulnya,sya lebih suka rebusan daripada gorengan,
daging ikan daripada ayam atau sapi.
mau gmana lagi, tingal di tanah rantau, harus apa adanya.
tentang skripsi,
iya nih,saya sih udah ada plan, n udah dapat tempat skripsi juga. Alhamdulillah ada yang nawarin ke saya, tinggal cari inspirasi n mencari ketenangan jiwa aja.
Sebetulnya aku suka agak2 sebel aja klo ada yang tanya, “Yu, skripsinya gmana??Udah ada bahan atau belom?” Please deh, itu pertanyaan retoris banget, malah nambah pusing aja. Yah, mungkin itu hanya sebagian cara orang2 menyatakan simpatik terhadap kami2 yang lagi puyeng sama skripsi..Its ok. Paling aku cuma bisa nyengir, sambil nyadar, kok belum jalan2 ya judul skripsinya…hahaha…
Tapi tenang aja Mas, aku bukan orang yang hidup tanpa perencanaan, aku juga ngga bisa hidup tanpa plan. Pasti skripsinya aku kerjain.Justru makin diingetin aku makin pusing Mas…
yup, moga2 semuanya lancar2 aja. amiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!
Dear Ayu,
I wish U will get the right inspiration on spot as well as quietness..
“To be perfect is hard, but to be the best is a must”
Regard,
Ikin